Waduuuhhhh….. ujug-ujug perut terasa mulas dan mendadak badan terasa tidak enak begitu mendengar kata ”Samapta”. Sepertinya tanda-tanda stress nih he..heee. Padahal samapta yang berarti tes kesegaran jasmani tidak akan mengigit ataupun menyakiti kita. Istilah ”Samapta” di lingkungan TNI adalah suatu bentuk tes jasmani yang meliputi lari 12 menit (biasanya mengelilingi lapangan seluas + 400 m), push-up, sit-up, pull-up dan shuttle run atau lari membentuk angka delapan. Tapi entah mengapa, orang-orang seperti nya alergi terhadap tes samapta. Padahal, di lingkungan TNI AD, tes seperti yang disebut di atas disebut ”Tes Kesegaran Jasmani”, sedangkan ”Tes Samapta” sendiri berarti rangkaian tes di atas ditambah renang 25 meter gaya dada dan postur(membuka seluruh pakaian, tinggal celana dalam untuk pria agar terlihat jelas posturnya).Tes samapta dan kesegaran jasmani ini bertujuan mengukur tingkat kesegaran jasmani tiap-tiap anggota secara berkala. Banyak orang menanggapi secara beragam mengenai samapta ini. Ada yang langsung mempersiapkan diri dengan berlatih intensif sebelum hari pelaksanaan. Ada yang mempersiapkan diri dengan mengkonsumsi supplemen (baca:doping) supaya mantap pada waktu tes, ada yang stress sehingga bolak-balik toilet atau ada yang santai menyerahkan hasilnya terserah pada hari pelaksanaan.
Pusdiklat Bahasa melaksanakan tes samapta pada tanggal 10, 11 dan 15 Juli 2008. Tes samapta A (lari keliling lapangan) dilaksanakan di lapangan Balibang Dephan RI dan dilanjutkan dengan tes samapta B bagi TNI yang meliputi pull-up,push-up, sit-up dan shuttle run di lapangan Pusdiklat Bahasa. Ini merupakan tes samapta pertama kali bagi para rekan PNS. Bagi para PNS, diwajibkan lari sebanyak delapan keliling lapangan dengan catatan siapa yang lebih dulu menyelesaikan delapan keliling dalam waktu singkat maka dialah yang bagus atau baik nilainya. Sedangkan bagi para TNI, peraturannya tetap sama yaitu berlari sebanyak-banyak mengelilingi lapangan selama 12 menit.
Hal-hal lucu dan menggelikan terjadi baik sebelum, sedang maupun setelah tes samapta. Wajah-wajah tegang, tatapan mata kosong maupun kegiatan bolak-balik ke toilet sebelum tes. Pada saat tes dilaksanakan, ada yang lupa berapa kali keliling sudah berlari sehingga harus bertanya kepada pencatat. Ada lagi yang berlari dengan cepat pada putaran pertama dan kedua dan lemas pada putaran berikutnya. Atau ada yang langsung ”PDKT” (pendekatan) ke pihak penguji sebelum tes dimulai dengan sejuta alasan agar penguji paham kondisinya. Hee…hee beragam jurus ampuh dikeluarkan demi menyiasati tes yang ”DAHSYAT” ini. Tetapi masih ada sisi positif lho, yaahh… intinya para pelaku samapta ini tetap memiliki niat yang baik untuk ikut menyukseskan pelaksanaan tes ini walau dengan caranya sendiri.
SAMAPTA, Tes Kesegaran Jasmani atau apapun itu namanya memiliki efek antik dan unik terhadap orang yang mendengarnya… apalagi yang akan melakukannya. Itulah selintas berita tentang tes samapta di lingkungan Pusdiklat Bahasa.

Recent Comments